Ikrar Setia NKRI, Tiga Napiter Lapas Karanganyar Nusakambangan Kembali Ke Pangkuan Ibu Pertiwi

    Ikrar Setia NKRI, Tiga Napiter Lapas Karanganyar Nusakambangan Kembali Ke Pangkuan Ibu Pertiwi

    Nusakambangan - Tiga narapidana terorisme (napiter) di Lapas Karanganyar, Nusakambangan ucapkan ikrar kesetiaan mereka kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

    Pengucapan ikrar kesetiaan NKRI menjadi bukti bahwa ketiga napiter kembali ke pangkuan ibu pertiwi.

    Upacara pengambilan sumpah ikrar kesetiaan berlangsung khidmat di Aula Chandra Nawasena Lapas Karanganyar pada Rabu (10/12/2025).

    Acara dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Karanganyar Riko Purnama Candra dan dihadiri oleh petugas lapas serta perwakilan berbagai pemangku kepentingan, di antaranya UPT Nusakambangan, Densus 88 AT, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Polresta Cilacap, Kodim 07/03 Cilacap, Kopasuss Daun Lumbung Cilacap dan Kementerian Agama Kabupaten Cilacap.

    Kalapas Karanganyar, Riko Purnama Candra menyampaikan harapan besar kepada para napiter yang telah mengikrarkan kesetiaan kepada NKRI.

    Dia berharap dengan kembalinya ke pangkuan ibu pertiwi para napiter ini bisa menjadi warga negara yang baik dan bermanfaat bagi lingkungan.

    "Anak-anak kita semua yang saya banggakan, saya ucapkan selamat bergabung kembali kepada negara Indonesia tercinta ini. 

    Semoga dengan ikrar ini, kalian bisa menjadi warga negara yang baik, berguna bagi bangsa dan negara, bermanfaat bagi masyarakat, serta taat terhadap hukum, " harap Riko.

    Dikatakan Riko bahwa keberhasilan kegiatan ikrar sumpah NKRI oleh kelima narapidana tindak pidana terorisme ini tidak terlepas dari kerja keras seluruh pihak, baik petugas lapas maupun para stakeholder. 

    Dia pun berkomitmen bersama petugas Lapas Karanganyar untuk selalu berusaja agar napiter lainnya dapat mengikuti jejak kelima napiter ini kembali ke pangkuan NKRI.

    "Kami terus berikhtiar agar narapidana terorisme lainnya dapat kembali ke pangkuan NKRI, " ujarnya.

    Lebih lanjut menurut Riko kegiatan ini menjadi bagian dari upaya deradikalisasi yang berkelanjutan.

    Harapannya tak lain untuk mencegah napiter kembali terlibat dalam jaringan terorisme. 

    "Program ini juga menjadi bukti nyata sinergi yang kuat antara berbagai pihak, termasuk Densus 88 AT, BNPT, Kementerian Agama, Polri, TNI, serta Balai Pemasyarakatan, " kata dia.

    Melalui pelaksanaan ikrar ini, diharapkan para napiter dapat menjalani kehidupan baru sebagai warga negara yang produktif dan berkomitmen untuk menjaga persatuan dan keamanan bangsa. 

    Menurutnya, proses deradikalisasi yang berhasil tidak hanya dinilai dari aspek asesmen saja akan tetapi juga dari perubahan nyata dalam perilaku dan tingkat kepatuhan warga binaan.

    nkri
    Elma

    Elma

    Artikel Sebelumnya

    Layanan Kunjungan Tatap Muka, Lapas Gladakan...

    Artikel Berikutnya

    Bapas Nusakambangan Dukung Program Deradikalisasi...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Komandan Lanud Sultan Hasanuddin Hadiri Sertijab Danskadron Udara 11
    KemenTrans Dukung Penuntasan Kasus Korupsi Lahan Transmigrasi di Kutai Kartanegara
    Kekayaan Intelektual Jadi Jaminan Kredit Usaha Hingga Rp500 Juta
    Komnas HAM Desak Pemeriksaan KaBAIS Terkait Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS
    AS dan Israel Terpecah Belah Soal Akhiri Perang dengan Iran

    Ikuti Kami