CILACAP – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jawa Tengah, Mardi Santoso, mendampingi Menteri Imigrasi dan Permasyarakatan (Imipas), Agus Andrianto beserta rombongan dalam kunjungan ke Pulau Nusakambangan, Rabu (05/11/2025).
Kunjungan ini dilakukan dalam rangka meninjau program pembinaan warga binaan di bidang ketahanan pangan, yang menjadi bagian dari agenda besar transformasi Nusakambangan..

Dalam peninjauan tersebut, Menteri Imipas bersama rombongan melihat langsung berbagai hasil karya dan aktivitas warga binaan, mulai dari ladang jagung, lahan sawah, peternakan, kolam ikan, balai latihan kerja (BLK) konveksi, pelintingan rokok, hingga workshop pembuatan paving dan batako berbahan limbah Fly Ash Bottom Ash (FABA).

Seluruh kegiatan produktif tersebut merupakan bentuk nyata pembinaan kemandirian warga binaan yang bernilai ekonomi dan ramah lingkungan.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Imipas bersama Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy melakukan pelepasan 1.200 bibit ikan sidat di area perairan sekitar Nusakambangan. Aksi simbolik ini juga diikuti sejumlah pejabat dan tokoh nasional yang hadir dalam rombongan, diantaranya Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad, presenter Irfan Hakim, Wakil Menteri PANRB Purwadi Arianto, Wamen Ketenagakerjaan Afriansyah Noor, serta Direktur Komunikasi PT Indonesia Indicator Rustika Herlambang.
Menteri Imipas, Agus Andrianto, menjelaskan bahwa Pulau Nusakambangan kini menjadi simbol perubahan paradigma pembinaan pemasyarakatan yang produktif dan berdaya guna.
“Di satu sisi, kami membina warga binaan melalui pelatihan dan pemberdayaan. Di sisi lain, kami turut berkontribusi dalam ketahanan pangan nasional sebagaimana ditekankan oleh Presiden Prabowo Subianto, ” ujar Menteri Agus.
Kakanwil Ditjenpas Jawa Tengah, Mardi Santoso, yang turut mendampingi menyampaikan bahwa transformasi Nusakambangan menjadi Pulau Kemandirian merupakan langkah strategis yang sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Imipas.
“Program ini bukan hanya membekali warga binaan dengan keterampilan dan etos kerja, tetapi juga menjadikan Nusakambangan sebagai pusat pembinaan produktif yang berkontribusi pada ketahanan pangan nasional, ” ungkap Mardi.
Kunjungan kerja ini menegaskan komitmen pemerintah dalam mengubah citra Nusakambangan menjadi pusat pembinaan, pelatihan, dan pemberdayaan warga binaan berbasis kemandirian dan keberlanjutan.
(Humas Lapas Terbuka Kendal)
