Bali, 16 April 2026 – Indonesia menjadi tuan rumah penyelenggaraan The 7th World Congress on Probation and Parole (WCPP) 2026, sebuah forum internasional yang mempertemukan lebih dari 400 peserta dari 44 negara. Kegiatan ini berlangsung selama satu minggu hingga 17 April 2026, dengan fokus pada penguatan kolaborasi global dalam transformasi sistem pemasyarakatan.
Kongres ini menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk menunjukkan komitmennya dalam mendorong sistem keadilan yang lebih adaptif, humanis, dan berorientasi pada pemulihan. Para peserta dari berbagai negara saling bertukar pengetahuan, pengalaman, serta praktik terbaik dalam pengelolaan probation dan parole.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Balai Pemasyarakatan dari seluruh Indonesia, termasuk Kepala Bapas Nusakambangan, RM Dwi Arnanto, sebagai bentuk partisipasi aktif dalam forum internasional yang bergengsi tersebut.
Acara dibuka secara resmi oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, yang dalam sambutannya menyampaikan harapan besar terhadap hasil kongres. “Kami berharap kongres ini menghasilkan rekomendasi konkret yang dapat menjadi rujukan dalam penguatan sistem pemasyarakatan, baik di Indonesia maupun di tingkat global, demi terciptanya keadilan yang lebih inklusif dan masa depan masyarakat yang lebih aman, ” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bapas Nusakambangan, RM Dwi Arnanto, menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan manfaat besar bagi pengembangan sistem pemasyarakatan di Indonesia, khususnya di lingkungan Bapas. “Kegiatan ini merupakan langkah yang sangat baik untuk kemajuan sistem pemasyarakatan, khususnya Bapas, dalam menjalankan tugas dan fungsi secara optimal demi mendukung kemajuan Indonesia, ” ungkapnya.
Melalui keikutsertaan dalam kegiatan ini, diharapkan Bapas Nusakambangan dapat mengadopsi berbagai inovasi serta praktik terbaik dari negara lain. Hal ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas layanan pemasyarakatan yang profesional, humanis, dan berorientasi pada pembinaan serta reintegrasi sosial.

Elma