Produk Inovatif Bapas Nusakambangan “Jaheku” Diperkenalkan kepada Raffi Ahmad dan Irfan Hakim

    Produk Inovatif Bapas Nusakambangan “Jaheku” Diperkenalkan kepada Raffi Ahmad dan Irfan Hakim
    Produk Minuman Instan Jaheku dikenalkan kepada Irfan hakim oleh Kabapas Nusakambangan

    Nusakambangan, 06 November 2025 – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Nusakambangan memperkenalkan produk unggulan terbaru mereka, minuman jahe instan "Jaheku, " kepada Raffi Ahmad, Utusan Khusus Presiden RI Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, serta Irfan Hakim. Kegiatan ini berlangsung saat kunjungan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Bp Agus Agus Andrianto beserta jajaran di Pulau Nusakambangan. 

    "Jaheku" merupakan produk hasil kolaborasi antara klien Bapas Nusakambangan yang mengikuti program bimbingan dengan Griya Abhipraya. Program ini bertujuan untuk memberikan keterampilan dan pembinaan kepada klien agar dapat mandiri secara ekonomi setelah masa bimbingan selesai. Melalui program ini, kami memberikan pelatihan kepada klien untuk mengolah jahe menjadi minuman instan yang praktis dan menyehatkan, " jelas Aditya Wahyu Rahmadani selaku Kabapas Nusakambangan.  

    Raffi Ahmad dan Irfan Hakim turut memberikan apresiasi positif atas inisiatif inovatif Bapas Nusakambangan ini. Keduanya menilai bahwa program pembinaan seperti ini tidak hanya bermanfaat bagi klien pemasyarakatan, tetapi juga menjadi contoh nyata kolaborasi antara lembaga pemerintah dan masyarakat dalam membangun masa depan yang lebih baik dan produktif.

    kemenimipas guardandguide infoimipas pemasyarakatan bapasnk
    Rifki Maulana

    Rifki Maulana

    Artikel Sebelumnya

    Pembinaan Deradikalisasi dan Rehabilitasi...

    Artikel Berikutnya

    Kementerian Imipas dan KKP Teken MoU, Perkuat...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Komandan Lanud Sultan Hasanuddin Hadiri Sertijab Danskadron Udara 11
    KemenTrans Dukung Penuntasan Kasus Korupsi Lahan Transmigrasi di Kutai Kartanegara
    Kekayaan Intelektual Jadi Jaminan Kredit Usaha Hingga Rp500 Juta
    Komnas HAM Desak Pemeriksaan KaBAIS Terkait Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS
    AS dan Israel Terpecah Belah Soal Akhiri Perang dengan Iran

    Ikuti Kami