Wujudkan Asta Cita dan 13 Program Akselerasi, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Tinjau Pembinaan Produktif di Nusakambangan

    Wujudkan Asta Cita dan 13 Program Akselerasi, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Tinjau Pembinaan Produktif di Nusakambangan

    Nusakambangan, INFO_PAS – Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia mengunjungi Pulau Nusakambangan dalam rangka penguatan khususnya pada sektor ketahanan pangan dan pembinaan kemandirian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Tengah serta seluruh Kepala Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan se-Nusakambangan dan Cilacap.

     

    Kunjungan ini merupakan bentuk pelaksanaan Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden, yang salah satunya menitikberatkan pada penguatan ketahanan pangan nasional, peningkatan produktivitas SDM, dan pembangunan sektor ekonomi berbasis kemandirian. Pemasyarakatan turut mengambil peran strategis dalam agenda tersebut melalui program pembinaan kerja yang produktif dan berkelanjutan bagi WBP.

     

    Selain itu, kegiatan ini juga selaras dengan 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya pada Penguatan Pembinaan Kemandirian, Pengembangan Ketahanan Pangan, Optimalisasi Sarana dan Lahan Produktif Pemasyarakatan, Pembinaan yang Berorientasi Hasil dan Nilai Manfaat.

     

    Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan menegaskan bahwa Nusakambangan memiliki posisi strategis sebagai pusat pembinaan, penguatan keamanan, dan pengembangan model sistem Pemasyarakatan di Indonesia. Oleh karena itu, diperlukan konsistensi pelaksanaan program secara terukur, terpadu, dan berkelanjutan.

     

    “Kita hadir di Nusakambangan bukan hanya untuk melihat, tetapi untuk memastikan bahwa seluruh proses pembinaan, keamanan, dan tata kelola Pemasyarakatan berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan. Pemasyarakatan harus menjadi bagian dari solusi pembangunan nasional, ” ujarnya.

     

    Melalui program ini, pembinaan di Pemasyarakatan tidak hanya berfokus pada aspek kepribadian, tetapi juga mencakup kemampuan kerja dan kemandirian ekonomi yang berkelanjutan.

    Muhammad Anas Alfaiq

    Muhammad Anas Alfaiq

    Artikel Sebelumnya

    Sinergi Lintas Kementerian, Penandatanganan...

    Artikel Berikutnya

    Kakanwil Ditjenpas Jateng Dampingi Menteri...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Seksi Giatja dan PPNPN Lapas Karanganyar Laksanakan Perawatan Tanaman Nilam
    Buron Tambang Ilegal Samin Tan Jadi Tersangka Korupsi
    Blok M, Magnet Ekonomi Kreatif Baru Jakarta
    Anggaran Rp268 T untuk Makan Bergizi Gratis Dongkrak Ekonomi Petani dan Nelayan
    Anak Indonesia Terlindungi, Menkomdigi Tegaskan Tak Ada Kompromi untuk Platform Digital yang Tidak Taat PP Tunas

    Ikuti Kami