Cilacap – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Besi Nusakambangan melaksanakan kegiatan skrining kesehatan terhadap 250 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) bekerja sama dengan Puskesmas Cilacap Selatan I, pada Selasa, 13 Januari 2026, bertempat di Aula Wijayakusuma Lapas Besi.
Kegiatan ini bertujuan untuk deteksi dini kondisi kesehatan warga binaan melalui skrining HIV, sifilis, tuberkulosis (TBC), serta kesehatan jiwa, sebagai upaya pencegahan dan pengendalian penyakit menular maupun gangguan kesehatan mental di lingkungan pemasyarakatan.

Pelaksanaan skrining melibatkan 11 petugas kesehatan dari Puskesmas Cilacap Selatan I bersama petugas kesehatan Lapas Besi. Pemeriksaan dilakukan secara bertahap, terkoordinasi, dan mengedepankan prinsip kerahasiaan serta kenyamanan warga binaan, sehingga proses berjalan tertib dan lancar.
Kepala Lapas Besi, Muda Husni, menegaskan pentingnya kegiatan ini sebagai bagian dari pemenuhan hak dasar warga binaan.
“Skrining kesehatan yang komprehensif ini sangat penting untuk mengetahui kondisi kesehatan warga binaan sejak dini, baik fisik maupun mental, sehingga penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat, ” ujarnya.
Salah satu petugas kesehatan Puskesmas Cilacap Selatan I, dr. Eko Budi Santoso menyampaikan bahwa kerja sama dengan Lapas Besi berjalan dengan baik.
“Dengan sinergi yang terjalin, pemeriksaan dapat dilaksanakan secara menyeluruh dan hasilnya akan menjadi dasar tindak lanjut pelayanan kesehatan, ” ungkapnya.
Sementara itu, salah satu WBP peserta skrining (inisial SW) mengaku terbantu dengan adanya pemeriksaan tersebut.
“Kami merasa diperhatikan dan lebih mengetahui kondisi kesehatan kami. Ini sangat bermanfaat bagi kami selama menjalani pembinaan, ” tuturnya.
Kegiatan skrining kesehatan ini merupakan wujud sinergi antara Lapas Besi dan Puskesmas Cilacap Selatan I dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan serta mendukung proses pembinaan warga binaan secara berkelanjutan.
(Humas Lapas Besi)
