Nusakambangan (24/12) – Dalam rangka menyambut Hari Raya Natal, Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan Terbuka Kelas IIB Nusakambangan mengikuti kegiatan Ibadah Malam Natal 2025 bersama Lapas dan Rutan se-Indonesia yang diselenggarakan secara daring. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 24 Desember 2025, mulai pukul 17.15 WIB, dengan penuh khidmat dan suasana kebersamaan.
Pelaksanaan ibadah diikuti oleh dua orang warga binaan yang beragama Kristen dengan penuh antusias. Kegiatan tersebut berlangsung di bawah pengawasan langsung Kepala Seksi Pembinaan Narapidana dan Anak Didik (Kasi Binadik) dan Kegiatan Kerja (Giatja) beserta jajaran staf Binadik. Pengawasan dilakukan guna memastikan seluruh rangkaian ibadah berjalan dengan tertib, aman, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Ibadah Malam Natal 2025 diawali dengan sambutan dari Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Drs. Mashudi. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya pembinaan kepribadian dan rohani bagi warga binaan sebagai bagian dari proses pemasyarakatan. Menurutnya, momentum Natal hendaknya dimaknai sebagai kesempatan untuk meningkatkan keterampilan, memperbaiki sikap, dan membangun harapan baru dalam menjalani masa pidana.

Rangkaian ibadah dilanjutkan dengan pujian dan penyembahan yang dipersembahkan oleh Gereja Ujung Bumi Nusakambangan. Selanjutnya, Pendeta Esther dari Yayasan Bethesda menyampaikan Firman Tuhan dengan tema “Mengapa Tuhan Menjadi Manusia”, yang mengajak seluruh peserta ibadah untuk merefleksikan makna kasih, pengorbanan, dan pengharapan dalam kehidupan. Kegiatan kemudian ditutup dengan ibadah penyalaan lima lilin Natal yang melibatkan perwakilan lapas, pendeta, serta rohaniawan.
Kasi Binadik dan Giatja Lapas Terbuka Kelas IIB Nusakambangan, Agus Pujiono, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan kepribadian warga binaan. “Melalui ibadah Natal ini, kami ingin memastikan bahwa warga binaan tetap mendapatkan hak pembinaan rohani secara utuh. Harapannya, nilai-nilai keimanan yang diperoleh dapat menjadi bekal positif bagi mereka dalam menjalani masa pembinaan dan saat kembali ke masyarakat, ” ujarnya.
Melalui pelaksanaan Ibadah Malam Natal 2025 ini, warga binaan dapat merasakan sentuhan kasih, harapan, dan kebersamaan di tengah keterbatasan. Kegiatan ini juga menjadi wujud komitmen Lapas Terbuka Nusakambangan dalam memberikan ruang pembinaan rohani yang inklusif, berkelanjutan, serta menghormati keyakinan setiap warga binaan, guna mendukung proses reintegrasi sosial yang lebih baik di masa mendatang.

Updates.